Mengetahui Sejarah dari Makam Sultan Malik Al Saleh

Sultan Malik Al Saleh atau Malikussaleh banyak diceritakan dalam sejarah Islam Nusantara ataupun di berbagai buku sejarah yang ada di sekolah bahwa Sultan Malik Al saleh merupakan sultan pertama di kerajaan Islam yang ada di Indonesia atau dulunya dikenal dengan nama Nusantara. Beliau memiliki darah keturunan Sukee Imeum Peuet yang dikenal merupakan darah keturunan dari Champa. Nama asli dari Malikussaleh adalah Meurah silu. Beliau diketahui memerintah sekitar tahun 1267. Adanya kerajaan Islam yang pertama di Nusantara ini juga tercantum atau ada di kitab Rihlah ila I-Masyriq karya dari abu Abdullah ibn Bathuhah yang hidup sekitar pada tahun 1304-1368. Pada berbagai hikayat yang ada pada awalnya Merah silu menggantikan seorang raja Samudra Pasai yang bernama Sultan Malik al-Nasser. Makam Sultan Malik Al Saleh sudah ada sejak tahun 1326 M.

Letak dari Makam Sultan Malik Al Saleh yang Harus Diketahui

Sultan Malin Al Saleh yang wafat dan digantikan oleh anaknya bernama Sultan Mahmud az-Zahir dan beliau memerintah kerajaan Samudra Pasai sampai sekitar tahun 1345 M. Lokasi ataupun letak dari makam Sultan Malik Al Saleh di daerah desa Gampong Beurungin, kecamatan Samudra, dan berada di kabupaten Aceh Utara. Makam dari sultan Malik As Saleh juga berdampingan atau bersebelahan dengan makan dari anak laki-lakinya yang bernama Sultan Muhammad Malik al Zahir.

Mengunjungi Makam dari Sultan Malik Al Saleh

Anda yang ingin mengunjungi atau berziarah ke makam Sultan Malik Al Saleh memang sangat dimudahkan sekali mengingat anda banyak sekali peziarah yang setiap hari ada di sana. Bahkan bukan hanya peziarah lokal atau nasional. Bahkan ada banyak sekali peziarah turis mancanegara yang beziarah ataupun berwisata untuk mengetahui jejak sejarah dari sultan Malik al Saleh. Melihat banyak sekali peziarah yang setiap harinya mengunjungi makam beliau. Maka, transportasi ataupun angkutan untuk menuju makam dari Sultan Malik Al Saleh juga tidaklah sulit. Bahkan. Anda bisa membawa sepeda motor untuk bisa menuju ke makam ke sultan Malik Al Saleh yang ada di daerah Aceh Utara tersebut.

Kaligrafi yang Menarik Para Peziarah

Mengingat bahwa makam Sultan Malik Al Saleh termasuk peninggalan sejarah yang harus dijaga. Terlihat banyak sekali turis ataupun warga lokal yang berziarah ke makam Sultan Malik Al Saleh tentu saja memberikan daya Tarik tersendiri bagi anda yang ingin mengunjunginya. Diawali dari batu nisan makam tersebut saja memiliki arsitektur peralihan dari budaya Buddhis dan juga budaya Islam. Dan memiliki gambaran yang sangat mirip dengan stupa. Adanya pengaruh arsitektur dari agama buddha ini dipadukan bersama dengan suatu dekorasi yang berupa kaligrafi naskhi dari india dan sangatlah popular. Bahasa yang digunakan pada batu nisan tersebut seluruhnya merupakan Bahasa Arab yang memiliki kosakata sangat khas ajaran Islam.

Beberapa Makam Bersejarah yang Dapat Dikunjungi

Tidak jauh dari makam Sultan Malik Al Saleh yang berada di pusat Kedai Geudong terdapat berbagai makam yang bersejarah dan bisa anda kunjungi, seperti Ratu Nuhrisyah, makam Teungku Peut Ploh Peut, ada juga makam dari teungku sidi andullah Tajumilah, dan masih ada banyak makam yang bersejarah dan dapat anda kunjungi. Masih ada beberapa makam yang tersebar di dekat tambak milik warga.

Itulah tadi makam Sultan Malik Al Saleh yang bisa anda kunjungi. BagiĀ  anda yang menginginkan berkunjung ke suatu pemakaman denganĀ  suasana pemakaman yang cukup indah anda dapat berkunjung ke san diego hills yang terletak di kecamatan Teluk Jambe Kabupaten Karawang. Di sana anda akan mendapatkan pemandangan yang cukup indah dan juga asri yang tentu saja cukup menarik untuk dipandang.