Mengunjungi Makam Soeharto dan Ibu Tien di Gunung Lawu

Mengunjungi Makam Soeharto dan Ibu Tien di Gunung Lawu

Makam Soeharto menjadi salah satu tempat wisata ziarah di Gunung Lawu bahkan menjadi objek wisata internasional. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto adalah presiden kedua Republik Indonesia. Dia lahir di Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008 di usia 86 tahun. Dia menggantikan Presiden Soekarno.

Lokasi Makam Soeharto

Lokasi makam Soeharto terletak di Astana Giribangun yang berada di lereng Gunung Lawu. Bangunan ini merupakan mausoleum bagi keluarga Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto. Kompleks makam ini terletak di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 660 meter di atas permukaan laut, tepatnya di di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, sekitar 35 km di sebelah timur kota Surakarta.

Rute Makam Soeharto

Akses menuju makam Soeharto dapat ditempuh dari Stasiun Karanganyar Jl. Lawu. Anda bisa langsung menuju ke Astana Giribangun Jl. Astana Giribangun. Waktu tempuh sekitar 30 menit dari stasiun tergantung pada kondisi lalu lintas.

Daya Tarik Wisata Makam Soeharto

Di atas komplek Astana Giribangun, terdapat Astana Mangadeg yaitu komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, salah satu pecahan Kesultanan Mataram. Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter dpl, sedangkan Giribangun pada 660 meter dpl.

Di Astana Mangadeg dimakamkan Mangkunegara (MN) I alias Pangeran Sambernyawa, Mangkunegara II, dan Mangkunegara III. Pemilihan posisi makam berada di bawah Mangadeg itu bukan tanpa alasan. Yakni untuk tetap menghormati para penguasa Mangkunegaran, mengingat Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Mangkunegara III.

Suasana komplek makam Astana Giribangun memiliki desain arsitektur kuno khas Jawa yang megah dan hanya diperuntukkan untuk keluarga. Bangunan tersebut juga beralaskan batu pualam dari Tulung Agung dan menggunakan kayu berkualitas bahkan pintu akses masuk terbuat dari besi karya pematung terkenal.

Komplek makam Soeharto memiliki tiga bangunan makam yaitu Cungkup Argo Sari terletak di tengah-tengah dan dilindungi cungkup berupa rumah bentuk joglo gaya Surakarta beratap Sirap. Di sinilah makam Soeharto yang berada di sebelah Barat makam Ibu Tien. Di bawahnya, terdapat cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah cungkup Argo Tuwuh.

Selain bangunan untuk pemakaman, terdapat sembilan bangunan pendukung lainnya di antaranya yaitu masjid, rumah tempat peristirahatan bagi keluarga Soeharto jika berziarah, kamar mandi bagi peziarah utama, tandon air, gapura utama, dua tempat tunggu atau tempat istirahat bagi para wisatawan, rumah jaga dan tempat parkir khusus bagi mobil keluarga.

Destinasi wisata makam Soeharto yang selalu ramai pengunjung membuat para pengunjung harus mengikuti atruan yang ada seperti semua peziarah diwajibkan membawa surat izin ziarah, dilarang memetik tanaman, merusak, mencoret-coret bangunan, memotret di cungkup Argosari, membawa senjata api, senjata tajam, minuman keras dan lainnya.

Tempat Wisata di Sekitar Makam Soeharto

Dari makam Soeharto, anda bisa mengunjungi Air Terjun Jumog dengan air terjun alami, keindahan alam yang asri dan juga tempat bermain buatan seperti kolam renang. Atau bisa juga mengunjungi kebun teh dan menikmati indahnya pemandangan hijau dengan udara yang sejuk. Jika ingin ke tempat wisata bersejarah, anda bisa mencoba ke Candi Ceto yang merupakan peninggalan era Kerajaan Majapahit dan bercorak Hindu.

Area makam berikutnya yang mewah selain makam Soeharto yaitu San Diego Hills. San Diego Hills terletak di Karawang, Jawa Barat dan memang dikhususkan untuk masyarakat kelas atas bahkan terdapat beberapa tokoh nasional yang dimakamkan di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *